Home PELANGGARAN KODE ETIK

PELANGGARAN KODE ETIK

Penggunaan Materi (Brand Identity dan Figur)

PayTren adalah brand/merek yang sah secara hukum milik PT Veritra Sentosa Internasional. Brand/merek PayTren telah didaftarkan PT Veritra Sentosa Internasional pada Dirjen HKI di berbagai kelas yang mana salah satunya adalah software/perangkat lunak/aplikasi. Penggunaan materi PayTren secara sah adalah mendapat persetujuan tertulis dari Perusahaan dengan memperhatikan aturan yang telah ditentukan Perusahaan sebagai pemilik brand/merek PayTren.

Ini merupakan contoh pelanggaran penggunaan materi (Peraturan dan Kode Etik Mitra BAB XIII Pasal 4, 6 dan 8)

Menjual Produk (Lisensi) dengan Harga Lebih Rendah maupun Lebih Tinggi atau dengan promo yang tidak sesuai dengan yang ditentukan Perusahaan.

Harga produk (Lisensi) yang ditentukan perusahaan adalah harga yang menjadi acuan setiap Mitra. Oleh karena acuan yang diberikan sudah jelas, maka para Mitra tidak diperkenankan melakukan Promo penjualan dalam bentuk apapun yang melebihkan ataupun mengurangi dari apa yang telah ditentukan Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Perusahaan.

*) Dapat disimak dalam Peraturan dan Kode Etik Mitra BAB III Pasal 4.

Bukti Transfer Palsu (Penipuan dan Pemalsuan)

Penjualan Langsung Berjenjang (Direct Sales) merupakan penjualan Produk milik suatu Perusahaan dalam hal ini PayTren, yang mana dalam aktivitas bisnisnya dikendalikan langsung oleh masing-masing Mitra. Dari setiap aktivitas bisnis yang dijalankan tentu terdapat oknum yang memanfaatkan kelalaian Mitra dengan berbagai cara. Salah satunya adalah transfer dana dengan asas kepercayaan dan tanpa melakukan pengecekan rekening terhadap dana tersebut. (Peraturan dan Kode Etik Mitra BAB XIII Pasal 16 ayat 5).

Berikut merupakan contoh bukti transfer palsu yang digunakan:

Akun Palsu (Mengarahkan untuk Transfer)

Dengan bermodalkan menggunakan nama Figur yang dimiliki Perusahaan yaitu USTAD YUSUF MANSUR, para oknum sudah sangat “vulgar” dalam melakukan modus penipuan. Segala sesuatunya dilakukan tanpa persetujuan dan berusaha mengklaim bahwa akun tersebut asli dan terpercaya.

Namun para Mitra bisa melihat dari rekening yang disediakan, biasanya menyediakan nomor rekening dengan atas nama pribadi. Bahkan hingga mengarahkan dan menentukan besarannya. Di PayTren tidak pernah mencantumkan nama pribadi dalam setiap rekening penerimaan dana sedekah tanpa adanya pemberitahuan resmi.

Berikut contoh akun palsu yang mengatasnamakan figur Perusahaan dan sistem (Peraturan dan Kode Etik Mitra BAB XIII Pasal 16 ayat 5).

Modus Konfirmasi Pin dan Password

Modus ini mengarah kepada pemanfaatan Password dan PIN untuk mengakses Aplikasi menggunakan ID Kemitraan milik sasaran korbannya yang akan menguras habis isi deposit di dalam ID tersebut. Dan kami selalu himbau bagi seluruh Mitra agar memperhatikan dan mengimplementasikan segala bentuk pemberitahuan apapun yang resmi dari Perusahaan yaitu treni.co.id.

(Peraturan dan Kode Etik Mitra BAB XIII Pasal 16 ayat 5).\